Minggu, 22 Desember 2013

Promo #JanganBerceraiBunda , Bogor

5th Bogor Islamic Book Fair...besok,24 Des'13 diskusi buku #JanganBerceraiBunda karya Asma Nadia ,dkk 9.30 a.m. @MasjidRaya,Bogor Baranangsiang. Cu there!  

:) :)

Kamis, 19 Desember 2013

The Inspiring Women

8 Maret, di hari itu seluruh warga dunia memperingati hari perempuan Internasional. Kaum hawa, kaum yang diberkati dengan semangat yang tak pernah padam. Perempuan atau wanita biasa ia dipanggil memiliki alur kodrati yang akan selalu dilakoninya sepanjang hidup sembari mengejar impian dan cita-citanya. Bahkan sebagian besar diantaranya menginspirasi kita semua, seperti perempuan-perempuan dengan kisah dan akhlak yang patut kita teladani. Mereka membuatku kagum, takjub bahkan terpana. Betapa indahnya akhlak dan perjuangan mereka. Berjuang tuk kehidupan keluarga, kehormatan suami, bangsa dan pastinya agama.
  • Khadijah binti Khuwailid, beliau adalah istri Rasulullah saw yang pernah mendapat salam langsung dari Allah SWT melalui perantara Jibril. Beliau adalah orang pertama yang beriman dan membela Rasululloh saw ketika orang lain mengingkarinya. Karena kebaikan hatinya, ia dijuluki Ummul Mukminin, ibunya semua orang mukmin. Rasululloh pernah bersabda,"Allah tidak menganugerahkan kepadaku seorang istri sebagai pengganti yang lebih baik baik daripada Khadijah." Dalam hadist riwayat Bukhori dan Muslim dikatakan bahwa Rasululloh saw bersabda,"Wanita terbaik di dunia adalah Maryam dan wanita terbaik di dunia adalah Khadijah."
     Agar bisa seperti Khadijah, kita harus punya rasa percaya diri, berani menyatakan pendapat bila itu benar dan tidak malu minta maaf kalau salah. Percaya pada hati nurani juga penting lho. Sifat Khadijah lain yang sangat perlu diteladani adalah suka memberi atau dermawan. Kalau rajin sedekah insya Allah akan dilancarkan urusannya dan dimudahkan rezekinya.Juga setia ya terhadap pasangan (yang ini khusus bagi pasutri).
  • Fatimah binti Muhammad, perempuan yang paling mirip wajahnya dengan ayahnya, Muhammad saw ini mendapat julukan Sayyidatu' an-nisa'i al-'alamin atau pemimpin perempuan semesta alam (HR.Tirmidzi&Abu Hurairah). Fatimah dalam kesehariannya hidup bersama suami, Ali bin Abi Thalib, sangatlah sederhana. Ia tipe perempuan yang suka bekerja keras, ulet, dan tidak suka mengeluh. Jiwa perangnya sangat kuat terbukti ia langsung turun berjihad pada saat Perang Khandaq, Khaibar, dan Fathul Makkah. Dalam Perang Uhud, Fatimahlah yang mengobati Rosululloh saw saat terluka. Fatimah juga seorang yang amanah, ia tetap menjalani kehidupan rumah tangganya dengan kezuhudannya dan tanpa bergantung sedikit pun pada ayahandanya.
  • Ummu Sulaim binti Milhan (Ar-Rumaisha), wanita Anshar yang memiliki sifat terpuji ini diuji Allah SWT melalui anaknya yang bernama Umar yang meninggal dunia ketika Abu Thalhah, suaminya sedang pergi ke Masjid. Ummu Sulaim membaringkan Umar di tempat tidur sambil berkata, "Innalillahi wa inna illaihi raji'un" Ia pun meminta anggota keluarga yang lain untuk tidak mengatakan apapun tentang hal ini dan biar dia sendiri yang menyampaikan pada suaminya. Ketika suaminya tiba dan menanyakan dimana Umar, Ummu Sulaim hanya menjawab,"Dia lebih tenang dari keadaan sebelumnya." Dihidangkannya makanan di hadapan suaminya seraya berkata,"Wahai Abu Thalhah bagaimana pendapatmu seandainya suatu kaum meminjamkan sesuatu kepada kaum lain sebuah pinjaman lalu kaum tersebut menolak untuk mengembalikan?" Abu Thalhah menjawab,"Sikap yang demikian itu salah." Lalu teruntailah kata demi kata yang mengabarkan kalau anaknya, Umar, telah tiada. Abu Thalhah marah pada istrinya karena tidak cepat mengabarinya. Lalu ia pergi ke Rasululloh saw untuk menceritakan kejadian ini. Dan Rasululloh berdoa, "Ya Allah limpahkanlah barakah bagi mereka berdua." Sabar nian Ummu Sulaim ini ya menghadapi cobaan kesusahan ini. Begitu pula dalam menghadapi cobaan kesenangan, kita harus selalu bersyukur dan jangan takabur.
  • Ummu Zainab atau yang dijuluki Ummul Hakam, masih ada hubungan saudara dengan Rasululloh karena ibunya, Umaimah binti Abdul Muthalib adalah bibi Rasululloh saw. Salah satu kelebihan beliau adalah memanfaatkan waktu luang. Apa saja ia kerjakan sepanjang pekerjaannya halal bahkan pekerjaan berat sekalipun seperti menjahit dan menyamak kulit. Hasil pekerjaannya itu dijual dan uangnya untuk disedekahkan, subhanallah sungguh tauladan bagi kita semua. Untuk bisa seperti Ummu Zainab, kita harus jadi perempuan yang pintar. Perempuan harus punya ilmu yang tinggi untuk di-share ke orang lain agar semakin bermanfaat. Rajin membaca dan belajar dari mana saja merupakan kunci menjadi perempuan yang pintar dan sukses, dunia juga akhirat.
  •  Ibuku. Beliau perempuan tangguh yang punya semangat pantang menyerah. Prinsipnya dalam menghadapi sesuatu di hadapannya adalah 'barang ndunyo, ketok'. Maksudnya...barang dunia, kelihatan. Jadi selama masih di dunia, ketemu barang-barang dunia, ya pasti masih mudah tuk dikerjakan. Dari didikan dan asuhan beliaulah terbentuk kepribadianku yang  gigih dan tak mudah menyerah. Terutama dalam hal tulis menulis.
  •           
  • (Nah...dua tokoh lagi isi sendiri deh teman-teman ^_^) siapa perempuan yang menginspirasi hidupmu!                                                                                                                                                                                                                               

Sabtu, 07 Desember 2013

@ukhaerani Menulis 'Jangan Bercerai Bunda' bersama @asmanadia , dkk

Antologi ke-2, 'Jangan Bercerai Bunda' bersama Asma Nadia, dkk.




Judul buku : Jangan Bercerai Bunda
Penulis : Asma Nadia, dkk (@asmanadia)
Penerbit : Asma Nadia Publishing House

Siapakah yang menginginkan terjadinya perceraian? Setelah dua hati disatukan kalimat-Nya. Setelah anak-anak lahir, dan berbagai kenangan indah mengisi hari? Kenapa pula semakin banyak pasangan memutuskan bercerai, meski luka yang diakibatkan menimbulkan rasa sakit luar biasa? Jangan Bercerai Bunda hadir tak hanya untuk menguatkan mereka yang terpaksa harus menempuh jalur perceraian, tetapi juga sebagai pembelajaran bagi siapa saja, baik yang sudah menikah maupun belum, yang ingin terhindar dari perkara halal namun dibenci Allah ini. Menelusuri satu demi satu kisah, pembaca akan menemukan benang merah penyebab perceraian, hingga bisa mengantisipasi. Juga belajar dari berbagai kasus hingga insya allah terbantu ketika kemudian harus berada di situasi yang sama. Diambil dari berbagai sudut pandang, buku persembahan Asma Nadia, dkk ini semoga membawa semangat yang menyejukkan, setelah pernikahan terasa kering digerogoti berbagai persoalan. Sebelum palu hakim diketuk dan memisahkan, barangkali masih ada harapan untuk kembali menggapai Sakinah Bersamanya meski saat ini terasa jauh dari genggaman.
Buku wajib bagi:
• Mereka yang ingin terhindar dari perceraian dan meraih sakinah
• Pasangan yang berada dalam dilema antara berpisah atau tetap bersama.
• Siapa saja yang ingin mengobati hati, dan mencari kekuatan, setelah terjadinya perpisahan

Kontributor dalam buku antologi ini adalah :
Asma Nadia - Akhi Dirman - DeVeha - Rieska Ambara -Sinta Iqbal Soedjoko Yayah Siti -Ofi Tusiana -Ulfah Khaerani -Adinda Muthia -Reni Erina Tutie Amaliah - Riri Sudirman -Rose Firdauzi Nakamura -Rosita Sihombing -Widya Asman

Dapatkan buku antologi ini di toko-toko buku terdekat ! Grab it fast!

Jumat, 06 Desember 2013

Milestone Hidupku






Buku Pertama, sebuah antologi berjudul 'Emak2 Fesbuker Mencari Cinta'. Diterbitkan oleh Leutika.
Aku hampir tidak ingat kapan pertama kali menulis. Mungkin sekitar usia tiga tahun saat orangtuaku mulai mengenalkan kertas, pensil dan krayon. Sejak itu, aku semakin tidak bisa dilepaskan dari dunia tulis menulis. Bagiku dan mungkin sebagian besar anak balita lain di seluruh dunia, belajar menulis di usia dini menjadi pengalaman yang sangat menarik dan penuh tantangan. Bagaimana tangan-tangan mungilku yang belum pas menggenggam alat tulis ini ingin segera bisa membuat bentuk benda yang digambar ibu. Juga ingin bisa selihai kakakku saat menulisi buku catatannya.
Kadang bila sudah sangat tidak sabar, medianya melebar hingga dinding-dinding putih rumahku.
Pada akhirnya di usia TK aku bisa melihat karyaku sendiri. Warna warni benang kusut, bunga yang bentuknya aneh, dan bahkan tulisan namaku yang hurufnya terbalik. Inilah milestone hidupku, tembok pengingat dimana pertama kali aku berkarya. Meskipun di tempat yang salah, coretan itu bernilai sejarah. Paling tidak ibuku yang mengatakan demikian. Jejak rekam ketika aku menemukan impian dalam hidup yang sesungguhnya, menulis apa yang ingin dituliskan.
Rentang perjalanan usiaku, impian itu kian menjelma nyata. Tulisan hasil observasi tentang ibu dan Facebook pun luncur dalam sebuah buku antologi awal 2010 lalu. Ini hasil timik-timik menyusuri jalan menuju rumah impian dengan mendaftar di milis pembaca Asma Nadia. Dari milislah aku tahu ada lomba menulis yang akan dibukukan bersama 24 penulis lainnya. Buku tersebut pun hadir meramaikan jagad Facebook. Lalu ada seorang ibu teman FB yang men-tag fotonya bersama buku Emak2 Fesbuker Mencari Cinta ke wall-ku dengan menuliskan :
Para bunda, selamat menjalani hari-hari penuh makna bersama keluarga dan sang buah hati sambil tetap exist di dunia maya.
-          Ulfah Khaerani  -
Inilah turning point dimana aku bertekad untuk tidak hanya menulis apa yang ingin kutulis tetapi juga menginspirasi. Tentu saja inspirasi yang baik, yang membangun jiwa dan sesuai dengan apa yang diajarkan agama.
Oktober 2010
Semua menjalani proses menuju rumah impian, adakah diantara kalian yang percaya bahwa seorang late bloomer berproses dua kali lebih hebat dari orang biasa ?
^_^

Buku-buku selanjutnya, kutulis bersama rekan duet 'so-close' Miyosi Ariefiansyah. Buku-buku kumso atau kumpulan soal buat siapa saja anak didik yang 'niat' banget pengin lulus ujian masuk USM STAN dan SNMPTN IPS.































 www.grasindo.id










 

Alhamdulillah... tuk semua karya ini, Yaa Allah. Semoga selalu istiqomah berjalan di atas Bumi-Mu dengan menulis, menulis yang terbaik. :)

Rabu, 04 Desember 2013

Menjemput Rezeki-Mu

Pak Rohimin, menjemput rezeki-Mu di pagi hari.





Assalamu'alaikum.

Di sela istirahat mengejar deadline tuk revisi novel, saya keluar rumah tuk menyiram tanaman. Sedang asyik-asyik 'main air' tiba-tiba terdengar suara seseorang yang meneriakkan barang dagangannya. "Kerupuk...kerupuk enak...ikan tenggiri!"

Ketika menoleh ke arah si empunya suara, saya dibuatnya takjub. Sepagi ini penjual kerupuk menjemput rezeki-Mu, Yaa Allah. Ada yang spesial dengan penjual kerupuk ini. Pak Rohimin, begitu ia mengenalkan diri, tidak bisa melihat. Ia hanya mengandalkan tongkat untuk mencapai beberapa titik tempat. Dan juga mengandalkan perasaannya tuk mengenali satu demi satu pembeli langganannya.

Setelah membeli satu bungkus kerupuknya (lha...kok satu bungkus aja sih? hihi...soalnya belum pernah beli dan mau nyoba dulu. Pas dicoba ternyata enak, nyesel deh tadi kenapa nggak beli banyak aja), saya pun meminta izin tuk mengambil fotonya. Lalu, Pak Rohimin bertanya, "Mba, wartawan ya?"

Kujawab singkat saja, "Ehm...saya penulis, pak."

Jepret! Satu foto tersimpan dalam folder smartphone sejuta ummat saya. Lalu, saya bertanya lagi (maklum 'kepo' itu kan sebagian dari iman penulis yaa...).

"Pak ini kerupuknya produksi sendiri atau ngambil dari orang lain?"

Dijawab Pak Rohimin, "Saya ngambil di orang, mbak."

"Oh gitu...semoga laris ya, Pak Rohimin."


Sambil mengobrol, Pak Rohimin mengelus-elus uang Rp 10.000 yang tadi saya berikan. Harga kerupuknya 1 bungkus itu Rp 6.000 tuk semua varian.

"Mbak, ini uangnya kembali. Sebentar ya."

Hebatnya Pak Rohimin bisa tahu jumlah uang yang dipegangnya. Kuasa Allah pada tuna netra seerti beliau. Diberi kelebihan 'merasa' yang lebih kuat. 

Pak Rohimin merogoh kantung tas pinggangnya. "Udah pak kembalinya bapak simpan aja."

"Wah, makasih ya mbak."

Sebelum berpisah tak lupa saya menanyakan alamat rumah Pak Rohimin. Mungkin nanti mau pesan kerupuk lebih banyak. Langsung ke rumahnya yang ternyata tidak jauh dari rumahku.

Alhamdulillah. Break nulis yang sungguh-sungguh manfaat buat saya. Saya jadi sangat sangat bersyukur dengan kehidupan yang dijalani saat ini. Diberi anggota tubuh lengkap, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kan kau dustai ?