Minggu, 27 Oktober 2019

Ketika Teman Masa Kecilmu Pulang ke Ruang Hati Di Dirimu Yang Dewasa #reviewreceh SHE WAS PRETTY





Hwang Jung Eum as Kim Hye Jin, Park Seo Jun as Ji Sung Jun, Choi Siwon as Kim Shin Hyuk, and Go Jun Hee as Min Ha Ri


Anyeonghaseo, yeorebeun…
Assalamu’alaikum. Apa kabarmu hari ini? Semoga sehat semuanya, tetap glowing merona wajahnya, semangat dan tidak kekurangan suatu apapun. Hari ini aku tuh mau nulis #reviewreceh drama Korea favoritku lainnya nih. Aku tahu drama yang tayang di tahun 2015 ini dari adikku yang memang mengoleksi drama-drama Korea di laptopnya. Satu-satunya pemain yang aku tahu tuh hanya Choi Siwon. Aku kenal Siwon justru bukan karena suka Suju. Karena aku suka aktingnya di Oh My Lady.
Pas kutonton kok di episode pertama Siwonnya lama banget nggak muncul. Iya sih dia hanya cameo di sini. Tapi bukan sembarang cameo, cameo yang nggemesin gitu. Siwon tuh baru muncul di menit 47 detik 29 dan langsung bikin pecah telur! Dia bertemu dengan Kim Hye Jin si tokoh utama dengan permen karet sebagai jembatannya. Asli kocak di sini. 




Bayangkan kalau kamu kerja bareng kepala editor secaem ini...

Jadi tuh Siwon yang berperan sebagai Kim Shin Hyuk lagi melempar permen karet putih persegi ke atas. Niatnya sih mau dimakan gaya akrobat gitu. Shin Hyuk dah mangap seksi gitu dengan kepala mendongak ke atas langit. Eh, tuh permen malah jatuh ke tanah. Pas Shin Hyuk mau memungut permen itu, Kim Hye Jin (Hwang Jung Eum) lewat dan kesandung kaki Shin Hyuk. Jatuh tengkurap-lah si Hye Jin ini. Aku tahu banget rasanya jatuh tengkurap. Sakitnya nggak seberapa, tapi malunya itu lho… (pengalaman jatuh tengkurap karena turun dari kereta yang dah jalan di Stasiun Gondangdia, padahal rencana turun di Stasiun Cikini…kelewatan satu stasiun dan baru sadar kelewatan pas dah turun tangga, bergumam kok Cikini catnya tambah mentereng, lalu seorang ibu menyadarkanku sambil menyodorkan sebotol air mineral, “sakit ya dek? Kamu salah stasiun tahu…”).
Kim Hye Jin yang sedang dalam posisi telungkup di atas koin blok depan kantornya ini lalu melihat permen karet putih di depannnya. Ia menyangka kalau giginya patah. Pas Shin Hyuk tanya keadaan dia gimana, eh kok yo malah Hye Jin bicaranya kayak nenek-nenek yang giginya tanggal gitu. Sampai akhirnya dia tahu kalau itu bukan giginya, melainkan permen karet yang hendak dimakan Shin Hyuk. Hye Jin tak mempedulikan Shin Hyuk. Dia bergegas masuk ke kantor tempat dia bekerja di hari pertama ini. Shin Hyuk melihat Hye Jin bak Michael Jackson. Sepatu dan kaos kaki yang dipakai Hye Jin berkarakter banget!
Drama ini ternyata setelah kutelusuri adalah drama reuninya antara Hwang Jung Eum dan Park Seo Jun. Keduanya pernah bermain drama bareng dengan berperan sebagai kakak adik angkat di Kill Me, Heal Me. Itu tuh jadi drama favoritku juga akhirnya karena ada Ji Sung yang aktingnya mumpuni, berkelas, dan jalan ceritanya yang tak biasa. Oke…oke…araseo, kita kan kembali ke drama She Was Pretty lagi…



Judul She Was Pretty ini kurasa pas banget untuk menggambarkan kehidupan seorang Kim Hye Jin yang diperankan oleh si cantik menawan Hwang Jung Eum. Di sini, Jung Eum masih terlihat cantik sih menurutku. Meskipun rambutnya kribo nggak beraturan dengan pipi memerah karena bekas jerawat di kulit wajah yang tak terlalu dirawat ini. Tetapi, Hwang Jung Eum berhasil membiusku manakala dia memerankan tokoh Kim Hye Jin yang dulunya cantik, namun sekarang jadi “antik” karena setelah dewasa, gen ayahnya semakin kuat melekat pada dirinya. Ayahnya itu dulu pengusaha sukses. Pria dengan wajah pas-pasan ini memiliki istri yang luar biasa cantik. Wajah cantik sang istri menurun pada Kim Hye Jin kecil dan kini pada adik perempuan satu-satunya Hye Jin, Jung Da Bin. 

Di drama ini, Jung Da Bin berperan sebagai Kim Hye Jin kecil dan Kim Hye Ri, adik dari Kim Hye Jin. Walaupun sebagai pemeran pendukung, akting Jung Da Bin patit diacungi jempol. Apalagi pas adegan Kim Hye Jin kecil memberikan satu pelantang jemala atau earphone-nya ke telinga Ji Sung Joon kecil yang diperankan oleh aktor cilik bertubuh gempal, Yang Han Yeol. Hal ini dilakukan Hye Jin untuk menenangkan Sung Joon yang  takut akan hujan. 

Episode pertama drama ini diawali dengan Ji Sung Joon yang menemukan potongan puzzle dari masa kecilnya. Ada satu potongan puzzle yang hilang. Puzzle ini bergambar lukisan dengan gadis mengintip pada potongan puzzle yang hilang itu. Kim Hye Jin-lah yang menyimpan potongan puzzle. Sebelum kemblai ke Korea untuk bekerja, Ji Sung Joon sempat mengirimkan email pada Kim Hye Ri jika dia ingin menemui sahabat kecilnya itu saat ia sampai di Korea. Hye Jin yang tidak siap bertemu dengan Ji Sung Joon, langsung meminta Min Ha Ri, yang diperankan oleh Go Joon Hee, untuk menggantikan dirinya. Hye Jin kehilangan kepercayaan dirinya untuk bertemu dengan Sung Joon. Benar saja, sesuai dugaan Sung Joon, Hye Ri yang dahulu cantik dan manis itu ternyata sangat anggun dan menarik saat dewasa. Min Ha Ri berhasil mengelabui Sung Joon. Dia dibantu Hye Ri menjawab pertanyaan Sung Joon di balik panggungnya di sebuah restoran mahal. Ji Sun Joon jatuh hati pada pandangan pertama pada Kim Hye Jin palsu itu. 

 


Selesai dari pertemuan itu, Kim Hye Jin berusaha untuk melupakan Ji Sung Joon yang ternyata sangat keren, slim, dan charming saat dewasa. Berbeda sekali dengan Sung Joon saat masih kecil. Hye Jin lalu melanjutkan hidup dengan bekerja sebagai karyawan di majalah fashion terkemuka di Korea, MOST. 

Karena sebuah kesalahpahaman, Hye Jin akhirnya dipindahkan ke bagian editor junior. Sebelumnya ia hanyalah karyawan magang bagian administrasi. Di divisi baru inilah ia bertemu lagi dengan Kim Shin Hyuk (Choi Siwon) yang ternyata bekerja sebagai editor feature senior. Identitas asli Shin Hyuk terkuak di akhir-akhir episode bahwa dia adalah penulis TEN yang sangat populer di dalam dan di luar negeri. Shin Hyuk yang dari awal bertemu sudah tertarik dengan Hye Jin yang mirip Michael Jackson, mengetahui semua rahasia antara Kim Hye Jin Ji Sung Joon. Akhirnya dia hanyalah tempat untuk Hye Jin bersandar manakala Sung Joon sering kecewa sampai memaki Hye Jin atas hasil kerjanya. 



Semua alur cerita dalam drama MBC yang tayang pada 16 September sampai 11 November 2015 ini sangat menarik. Banyak hal tak terduga yang bikin gemas, galau, dan kesal penontonnya. Apalagi penulis Jo Sung Hee mengakhiri drama ini dengan sweet sekali. Hye Jin yang bisa mewujudkan mimpinya sebagai penulis buku anak dan Sung Joon yang bisa menikahi Hye Jin asli. 

Dari Ibu ini kita belajar banyak kosakata Perancis baru euy...


Drama yang disutradarai Jung Dae Yoon ini juga menampilkan aktris senior Hwang Seok Jeong yang berperan sebagai Kim Ra Ra, direktris kece MOST yang selalu berbahasa asing dengan gaya nyentriknya. 



Drama ini sangat worth-it untuk ditonton. Setelah selesai semua 16 episode kamu nonton, pasti deh kamu senyum-senyum sendiri. Apalagi kalau lihat bawang bombai di kulkas hihi… 



Depok, 28 Oktober 2019
Di tengah mengerjakan novel online dan bersiap mau beberes rumah.  

Senin, 14 Oktober 2019

Review Receh BECAUSE THIS IS MY FIRST LIFE : Pikirkan Berulang Kali Jika Hendak Menjadi Scripwriter





            
               Halo, apa kabar? Assalamu’alaikum yeoreobeun? Semoga kamu dalam keadaan baik, tidak kurang suatu apapun, dan sehat jiwa raga. Di blog kedua bulan Oktober 2019 ini, aku mau sedikit review drama Korea yang jadi favoritku banget nih. Sebenarnya agak kepikiran sih untuk menjadikan blog ini tempat review semua drama Korea yang jadi favoritku dan lagi aku tonton. Tapi, kita lihat aja deh nanti. Biasa deh aku kan suka nggak jelas coz ada aja yang dikerjain sampai ga tengok-tengok ke blog atau media sosial pribadiku. Anyway, yereobeun akun media sosial pribadiku yang sering kutengok tuh ada  https://www.facebook.com/ulfah.khaerani , https://twitter.com/ukhaerani
 , Instagram @ukhaerani dan blog ini. Terus ada akun jualan barang pribadi juga sih yang lagi ditongkrongin banget di Carousell @ulf_stuff. Jadi, mungkin kamu bisa melihat hal sama yang lagi aku bahas di sana.
            Oke, sekarang kembali ke judul awal, rencananya sih bakal jadi tulisan review atau opiniku tentang drama yang diperankan oleh JJ Somin dan Lee Min Ki itu. Semoga aku nggak keluar jalur yah pas lagi nulisnya hihi…
            Dimulai dari episode pertama yang cukup menyentuh, menurutku lho ya, betapa di keluarga Ji Ho (Somin JJ) anak lelaki itu selalu diutamakan. Bayangkan, kamu lagi ulang tahun terus dirayakan bersama keluarga. Yang harusnya tiup lilin itu kamu, eh malah adik kamu yang laki-laki karena keluarga terlalu mengutamakan anak lelaki. Kebayang dong kezelnya kayak apa. Untung aja si Ji Ho masih boleh makan kue ultahnya sendiri. Kalau nggak, pasti Ji Ho dah bawa-bawa koper keluar rumah sejak berusia 10 tahun. Ketika Ji Ho berusia 20 tahun, dia akhirnya bisa meniup lilin ulangtahunnya sendiri. Ada dua sahabat terbaiknya, Ho Rang dan Soo Ji yang merayakan ultahnya dengan cake besar itu. Sebelum meniup lilin. Ji Ho mengucapkan satu wish yang pada akhirnya membawanya ke sejumlah kerumitan hidup. Tapi, in the end, Ji Ho menemukan seseorang yang bisa menjadi pelindungnya. Ji Ho wished
Kabulkan aku jadi penulis hebat.

ndeprok di atas karpet depan tv tuh kebiasaan semua penulis deh, bukan Ji Ho aja


            Dan benar saja, Ji Ho menjadi penulis. Tepatnya, asisten penulis drama atau co writer drama laris yang dia lakoni selama 5 tahun. Ji Ho tinggal di apartemen tim produksinya bersama kepala penulis atau headwriter Jakkanim untuk satu judul drama yang sudak dikerjakan selama 3 bulan lamanya. Ji Ho mengerjakan sub bagian yang cukup banyak di drama itu. Bagi Ji Ho, job desk utamanya adalah ‘menggalang dana’. Dia harus menuliskan kalimat yang berhubungan dengan produk-produk yang sedang diiklankan melalui drama itu. Kamu pasti pernah lihat dong drama kita yang diselipkan iklan makanan atau minuman. Misalnya, pemain utamanya lagi duduk santai, eh tahu-tahu ada istrinya datang bawa camilan crackers yang lagi hits. Nah, kalimat yang diucapkan sang istri berisi kalimat persuasif a.k a bujukan untuk penontonnya supaya tertarik beli produk itu. Begitu tuh kerjaan Ji Ho di tim drama.

Setelah 3 bulan mengerjakan ‘penggalangan dana’, Ji Ho izin pulang ke apartemennya yang ia tempati bersama adik laki-lakinya. Pas hari itu adalah ulangtahunnya ke-30. Betapa terkejutnya Ji Ho saat tahu kalau adiknya sudah menikah selama 4 bulan. Dan sebentar lagi dia akan menjadi seorang tante. Sungguh pekerjaan scriptwriter itu membuat Ji Ho kehilangan momen penting dalam hidupnya. Saat keluar dari apartemen headwriter-nya saja, Ji Ho senang melihat sinar matahari yang menembus kulit tangannya. Kadang, adikku juga bilang aku norak saat aku berjalan keluar rumah bersamanya. Seakan aku belum keluar rumah selama bertahun-tahun. Hehe…karena aku melakoni pekerjaan yang serupa dengan Ji Ho, bedanya aku bisa mengerjakan semua script dari kamar di rumahku sendiri. Semua pekerjaan di-submit via email atau website. 

Konflik pertama yang Ji Ho hadapi adalah adiknya dan istri tinggal di apartemen mereka. Sementara, ayah dan ibunya di kampung halaman. Ji Ho sangat tidak nyaman berada satu atap dengan adik dan adik iparnya. Bagaimana jika mereka melakukan adegan suami istri di depannya? Dan Ji Ho tidak ingin terlihat buruk dengan membiarkan adik iparnya yang hamil mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga. Sementara, Ji Ho juga akan sibuk dengan pekerjaannya (ini tuh bisa jadi konflik banget di kehidupan kita sehari-hari ya? Betapa nyamannya hidup sendiri daripada bersama adik atau kakak yang sudah menikah, sementara kita belum menikah…)

Maka, keluarlah Ji Ho dari apartemennya. Ia mencari kamar sewaan ke segala penjuru Seoul. Ibunya memberi kejutan dengan memberi uang dalam amplop yang terlihat tebal itu. Tak dinyana, jumlah uangnya memang mengejutkan. Masih jauh dari bayangan Ji Ho bahwa ia akan dapat menyewa kamar bagus dengan uang itu. Akhirnya, Ho Rang memberinya solusi. Sangat menggiurkan bisa mendapatkan kamar bagus dengan harga rendah (dan hanya perlu menjaga kebersihan) di apartemen mahal milik seorang kenalan pacar Ho Rang. Oh iya, Ho Rang ini punya beban sendiri yaitu ia yang sudah berpacaran dengan Woo Seok (Kim Min Seok ini ya aktor yang bersemangat banget dan anak rumahan dilihat dari acara ragam IT’S DANGEROUS OUTSIDE THE BLANKET) selama lebih dari 5 tahun ini tak kunjung dilamar. Bagi seorang wanita, ada masanya ia sangat ranum dan itu adalah momen terbaik dalam hidupnya. Maka, menikahlah pada saat itu. Tapi, Woo Seok belum punya pekerjaan tetap yang bisa diandalkan penghasilannya tiap bulan. Jadilah mereka ribut setiap saat. Sampai ada tragedi sofa pink lembut itu…Pokoknya harus segera nonton deh. 

Rumah atap Ho Rang Woo Seok yang juga basecamp kumpulnya Ji Ho bareng sahabat.


Lalu, Ji Ho sudah pindah ke rumah Nam Se Hee (Lee Min Ki). Keduanya berpikir mereka memiliki jenis kelamin yang sama. Dilihat dari nama dan profil akun media sosialnya. Ji Ho menyangka Se Hee perempuan femme fatale yang sukses di karir IT-nya. See Hee menyangka Ji Ho laki-laki penyuka bola yang suka kebersihan. Poin Ji Ho sebagai penyewa pun tinggi di mata Se Hee. Se Hee ini sangat logis. Dia memberi rating semua penyewa kamar di apartemennya berdasarkan kebersihan dan penjagaan tata tertib. Dan Ji Ho adalah penyewa dengan rating tertinggi. Hingga suatu hari, keduanya akhirnya tahu bahwa mereka beda jenis. Heboh. Hanya sesaat saja. Hingga akhirnya keduanya memutuskan menikah di atas kontrak 2 tahun dengan alasan kuat masing-masing. 

Di drama ini tuh ada cameo kucingnya lho...pihak ketiga yang jadi saksi hidup kalau Ji Ho dan Se Hee lagi berduaan.


Ji Ho sangat membutuhkan kamar nyaman di rumah Se Hee. Dan dia juga tidak bisa menemukan kamar murah senyaman itu. Sementara itu, Se Hee sangat butuh menikah supaya ibunya tidak diceraikan ayahnya. Dan Se Hee juga bisa melunasi cicilan pembelian apartemen dari ayahnya jika menikah. Kalian pasti sudah bisa menduga jika menikah kontrak ini akan ketahuan lambat laun dengan cara yang tidak biasa. Satu yang paling greget adalah ketika Soo Ji, sahabat Ji Ho yang merupakan femme fatale yang suka bersenang-senang dengan banyak pria, menemukan kontrak nikah keduanya. Soo Ji saat itu sedang menjalin hubungan asmara dengan bos Se Hee. Oh iya, ada satu pemanis di drama ini yaitu si pemilik cacat menawan alias lesung pipi, Kim Min Gyu. Kim Min Gyu berperan sebagai Yeon Bok Nam, anak pemilik kafe tempat Ji Ho bekerja setelah ia memutuskan tidak ingin menulis skenario drama tv lagi. Seru banget pertemuan Ji Ho dengan pria yang seumuran adiknya ini. Cute cute gimana gitu…

Gimana nggak meleleh hati noona dideketin kamu, dek?


Terus keputusan Ji Ho untuk berhenti menulis bukan tanpa alasan. Dia tuh hampir diperkosa oleh sutradara muda yang menghampirinya di studia tempat Ji Ho tidur sementara setelah keluar dari apartemen Se Hee. Ji Ho kabur dari studio out dengan berjalan kaki menggunakan slipper dan baju tidur. Untung dia sempat bawa hp. Dia kaget ternyata bisa berjalan sejauh itu hingga sampai di rumah Se Hee. Rumah yang ia merasa nyaman di dalamnya. 

Omu rice buatan Nam Se Hee buat Ji Ho


Kalau dari pengalamanku selama menulis skenario drama tv, ada sejumlah alasan mengapa seorang penulis bisa memutuskan hiatus atau berhenti sebentar tidak menulis dan bahkan tidak akan menulis selamanya. Mereka tuh mungkin mengalami hal seperti yang Ji Ho alami. Namun, kebanyakan ada pula yang mengalami hal-hal seperti di bawah ini. Beberapa diantaranya juga ada yang kualami sih.
*      Penulis lelah karena rating tak kunjung naik dan produser sudah semakin menekan mereka. Akhirnya kepala penulis memutuskan pasrah dengan keadaan. Entah dia diganti dengan penulis lain atau dia mengundurkan diri. Yang lebih sering sih dramanya ‘bungkus’. Hingga akhirnya keinginan untuk lanjut menulis memudar.
*      Penulis, terlebih co writer sering mendapat bully-an dari kepala penulis atau tim produksi lainnya. Kata-kata seperti DASAR PENULIS PEMALAS! AN**NG! dan aneka panggilan kebun binatang sering dilontarkan ke penulis ini di depan forum. Ada yang kebal. Tapi banyak pula yang merana. Dia pun memutuskan selesai dari tim ini.
*      Penulis tak kunjung mendapat jawaban dari ide atau sinopsis global yang ia kirimkan ke PH atau dititip ke penulis senior. Seperti yang kita tahu, terkadang no answer is also the answer, kan?
*      Buat sejumlah penulis, lingkungan basecamp bisa jadi bahan pertimbangan dia berhenti menulis. Entah karena terlalu terpapar asap rokok berkepanjangan atau tempat ostirahat yang tidak kondusif. Sementara, mereka tidak mendapat izin untuk mengerjakan PR di rumah sendiri. Secara jaringan internet tidak bisa disandarkan saat tim produksi butuh cepat naskahnya.
*      Sikut-sikutan everywhere. Biasanya untuk mempertahankan eksistensi, mereka yang tak punya ide segar nan keren dan kurang iman akan melakukan sikut-sikutan ini. Bisa dari menyebar fitnah atau menjadikan buruk orang yang hendak disingkirkan di hadapan orang lain.
*      Depresi. Penulis depresi biasanya akan terlihat dari tulisannya yang monoton atau flat saja. Dan kamu akan sulit melihat di wajahnya. Kalau sudah begini lebih baik penulis diliburkan sementara. Namun, biasanya akan sulit untuk kembali lagi ke produksi usai pengobatan. Hingga akhirnya ia memutuskan berhenti menulis.
*      Faktor orang-orang terdekat. Penulis biasanya berhenti karena diminta oleh orang-orang terdekatnya seperti suami, istri, orangtua, dan sahabat yang care. Mungkin mereka melihat sang penulis merana selama mengerjakan proyek. Mereka khawatir dia akan sakit fisik, dan lain-lain.  
Dan masih banyak lagi. Itulah mengapa kalau kamu memutuskan mau jadi scripwriter, siapkan mental dan spiritual kamu juga selain fisik, ide segar, dan kehadiran kamu. Menulis skenario drama tv, apalagi stripping tak semudah yang kalian bayangkan, yeoreobeun…
Oh iya, Ji Ho bagaimanapun akhirnya menikah sungguhan dengaSe Hee. Dan dia sangat senang jika Se Hee sudah bilang “uri…” atau “uri jib…” yang berarti “kita, rumah kita”. Ji Ho merasa buncah hatinya memiliki rumah sendiri dengan orang yang ia sayangi. Dia sempat iri tuh dengan keong yang tidak akan pernah kehilangan rumahnya. 


Saran Ulf, kamu kudu nonton drama ini. Lucu, menghibur, dan menyentuh. Apalagi pas adegan Ji Ho hendak menikah dengan Se Hee. Ibu Ji Ho bicara khusus pada Se Hee untuk tidak pernah menghentikan Ji Ho mengejar mimpinya sebagai penulis. Hiks hiks…
Last but not least, adek Ulf tuh pas kasih tahu drama ini di awal tahun 2018 bilang kalau Ji Ho itu mirip Ulf pas lagi nulis. Kadang sambil ngelaptop, melipir dulu ngosek wc atau cuci piring. Lebih sering ya bicara sendiri.

06.25 WIB
Sambil nonton Chibi Maruko Chan